Keselamatan Kerja Di Atas Kapal

Image result for kapal

 

Perkembangan tehnologi sudah membawa efek positif dalam pengembangan pendidikan, tata jalinan sosial dan pengetahuan orang-orang, yang selanjutnya punya pengaruh pada gaya hidup dan perilaku manusia didalam penuhi keperluan dan pekerjaan dan tanggungjawabnya.

 

Perkembangan tehnologi juga sudah mengubah karakter dan bentuk pekerjaan. Banyak mesinmesin, bahan ataupun sistem baru yang kita jumpai sebagai hasil perkembangan tehnologi. Walau demikian perkembangan tehnologi juga membawa akibat sambilan yang merugikan apabila tak diakukan dengan baik, yakni berbentuk bahaya-bahaya baru yang nampak seperti kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, pencemaran lingkungan dsb.

 

Seringkali satu industri di kapal, karena kurang cermat dalam rencana, kurang perawatan mesin atau alat kerja yang dipakai rusak, patah, pecah atau meledak, bisa menyebabkan beragam jenis kecelakaan dan menyebabkan korban jiwa. Pada akhirnya perkembangan yang sudah diraih oleh satu industri akan jadi kurang bermakna dan berguna dan bahkan juga bisa membahayakan bagi kehidupan pekerjanya, jika tak direncanakan dan diakukan dengan cara cermat.

 

Keselamatan dan kesehatan kerja yaitu satu aktivitas untuk membuat lingkungan kerja yang aman, nyaman dan cara penambahan dan pemeliharaan kesehatan tenaga kerja baik jasmani, rohani dan sosial. Keselamatan dan kesehatan kerja dengan cara spesial mempunyai tujuan untuk menghindar atau kurangi kecelakaan dan mengakibatkan, dan untuk mengamankan kapal, perlengkapan kerja, dan product hasil tangkapan. Pada umumnya mesti di ketahui sebab-sebab dan mencegah pada kecelakaan, perlengkapan, dan prosedur kerjanya diatas kapal. Dengan cara spesial prosedur dan peringatan bahaya pada ruang bagian aktivitas operasi penangkapan butuh dipahami dengan benar oleh semua awak kapal di dalam menggerakkan tugasnya.

 

Komponen terutama dalam melindungi keselamatan jiwa dan keselamatan perlengkapan kerja yaitu pengetahuan mengenai pemakaian peralatan keselamatan kerja bagi awak kapal, intinya yaitu awak kapal bagian mesin. Pemakaian alat peralatan keselamatan kerja ini sudah di standarisasi baik dengan cara nasional ataupun internasional, hingga wajb dipakai saat akan melakukan aktivitas kerja intinya yaitu aktivitas kerja di ruangan mesin. Ada banyak jenis peralatan keselamatan kerja, dari mulai pelindung kepala, tubuh sampai kaki sudah disediakan. Dengan hal tersebut kenyamanan kerja pada lingkungan kerja bisa terwujud, dan kecelakaan yang disebabkan karena factor kelalaian manusia ataupun aspek karena kelelahan bahan kemungkinan yang ditimbulkannya bisa diperkecil atau dijauhi.

 

a. Ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja

Ketentuan-peraturan yang terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja di kapal

diantaranya sebagai di bawah ini :

1. UU No. 1 Th. 1970 tentang keselamatan kerja.

2. Ketentuan Menteri No. 4 Th. 1980 tentang kriteria pemasangan dan pemeliharaan alat pemadam api enteng.

3. SOLAS 1974 bersama amandemen -amandemennya tentang kriteria keselamatan kapal.

4. STCW 1978 Amandemen 1995 tentang standard kursus bagi beberapa pelaut.

5. ISM Code tentang code manajemen internasional untuk keselamatan pengoperasian kapal dan mencegah pencemaran.

6. Occupational Health Th. 1950 tentang usaha kesehatan kerja.

7. International Code of Practice tentang panduan - panduan mengenai prosedur/keselamatan kerja disuatu perlengkapan, pengoperasian kapal dan terminal.

 

b. Perlengkapan keselamatan kerja paling utama diatas kapal

Keselamatan Kerja adalah prioritas paling utama bagi seseorang pelaut profesional saat bekerja diatas Kapal. Semuanya perusahaan pelayaran meyakinkan kalau kru mereka ikuti prosedur keamanan pribadi dan ketentuan untuk semuanya operasi yang dibawa diatas Kapal.

Untuk meraih keamanan optimal di kapal, langkah basic yaitu meyakinkan kalau semuanya crew Kapal menggunakan perlengkapan pelindung pribadi mereka di buat untuk beragam jenis pekerjaan yang dikerjakan pada kapal.

 

Di bawah ini yaitu perlengkapan basic perlengkapan pelindung diri yang perlu ada di satu kapal untuk menanggung keselamatan beberapa pekerja :

 

  • Baju pelindung : baju pelindung yaitu COVERALL yang melindungi badan anggota awak berbahan beresiko seperti minyak panas, air, percikan pengelasan dan lain-lain Hal semacam ini di kenal sebagai, “dangri “or “boiler suit”.
  • Helmet : Bagian yang paling penting dari badan manusia yaitu kepala. Butuh perlindungan paling baik yang disiapkan oleh helm plastik keras diatas kapal. Satu tali dagu juga disiapkan dengan helm yang melindungi helm ditempat saat ada perjalanan atau jatuh.
  • Safety Shoes : maksimum dari ruangan internal kapal dipakai oleh kargo dan mesin, yang terbuat dari logam keras dan yang membuatnya canggung untuk awak untuk jalan di sekitaran. sepatu safety meyakinkan kalau tak ada luka yang berlangsung di kaki beberapa pekerja atau crew diatas Kapal
  • sarung tangan (Hand safety) : Beragam jenis sarung tangan yang disiapkan Di Kapal. sarung tangan ini dipakai dalam operasi di mana hal semacam ini jadi kewajiban membuat perlindungan tangan beberapa orang. Sebagian sarung tangan yang didapatkan sarung tangan tahan panas untuk bekerja pada permukaan yang panas, kapas sarung tangan untuk operasi normal, sarung tangan las, sarung tangan bahan kimia dll
  • Goggles : Mata yaitu bagian paling peka dari badan manusia dan dalam operasi keseharian pada peluang kapal begitu tinggi untuk mempunyai cedera mata. kaca pelindung atau kacamata yang dipakai untuk perlindungan mata, sedang kacamata las dipakai untuk operasi pengelasan yang melindungi mata dari percikan intensitas tinggi.
  • plug : Di Ruangan Mesin kapal membuahkan nada 110-120 db ini adalah frekwensi nada yang begitu tinggi untuk telinga manusia. Bahkan juga sebagian menit paparan bisa mengakibatkan sakit kepala, iritasi dan masalah pendengaran terkadang beberapa atau penuh. Satu penutup telinga atau steker telinga dipakai pada kapal yang menyeimbangi nada yang bisa di dengar oleh manusia dengan aman,
  • Safety harness : operasi kapal teratur meliputi perbaikan dan pengecatan permukaan yang tinggi yang membutuhkan anggota kru untuk mencapai beberapa daerah yg tidak gampang dibuka. Untuk hindari jatuh dari daerah tinggi seperti itu, maka memakai Safety harness. Safety harness yaitu di gunakan oleh operator di satu ujung dan diikat pada titik kuat di ujung yang lain.
  • Face mask : Bai yang Bekerja di permukaan insulasi, pengecetan atau membersih kan karbon yang melibatkan partikel beresiko dan minor yang beresiko bagi badan manusia jika dihirup segera. Untuk hindari hal semacam ini, masker muka diberikan hal semacam ini di pakai sebagai perisai muka dari partikel beresiko.
  • Chemical suit : Pemakaian bahan kimia diatas kapal begitu kerap dan sebagian bahan kimia yang begitu beresiko apabila berkontak segera dengan kulit manusia. Chemical suit digunakan untuk hindari kondisi seperti itu.
  • Welding perisai : Welding yaitu aktivitas yang begitu umum diatas kapal untuk perbaikan struktural. Juru las yang diperlengkapi dengan perisai las atau topeng yang melindungi mata dari kontak segera dengan cahaya ultraviolet dari percikan las, hal Ini Mesti Diperhatikan dan baiknya penggunaan Welding shield begitu di haruskan untuk keselamatan Pekerja. 

 c. Kecelakaan diatas kapal

Agar bisa menghindar terjadinya kecelakaan, maka kita mesti tahu penyebab

terjadinya kecelakaan itu.

 

1. Sebab-Sebab Kecelakaan

Dari hasil riset nyatanya 80-85 persen kecelakaan dikarenakan oleh aspek kekeliruan dan kelalaian manusia yang lebih menguasai. Kecelakaan biasanya disebabkan karena terkait dengan sumber tenaga umpamanya tenaga gerak mesin dan perlengkapan, kimia, panas, listrik dan sebagainya diatas ambang dari badan atau susunan bangunan. Kerugian-kerugian itu banyak menelan cost dan untuk menangani hal itu memerlukan usaha mencegah lewat usaha keselamatan kerja yang baik.

 

2. Penyebabnya Terjadinya Kecelakaan

Mengenai penyebabnya yang bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan yaitu factor manusia. Kecelakaan yang dikarenakan oleh aspek manusia karena manusianya

memiliki beberapa karakter diantaranya :

a. Tidak paham, di mana yang berkaitan tak tahu bagaimana lakukan pekerjaan dengan aman, dan tidak paham bahaya-bahaya yang ditimbul-kannya hingga berlangsung kecelakaan.

b. Tidak ingin yang berkaitan, walupun sudah mengetahui dengan terang cara kerja/ketentuan dan bahaya-bahaya yang ditimbulkan-nya dan dapat atau bisa mengerjakannya, namun kemauannya tak ada yang menyebabkan terjadinya kekeliruan hingga berlangsung kece-lakaan.

c. Tak dapat/tak dapat, yang berkaitan sudah mengetahui cara yang aman dan bahaya -bahaya yang mungkin ditimbul-kannya, tetapi belum dapat atau kurang trampil hingga lakukan satu kekeliruan yang fatal.

 

d. Akibat Kecelakaan Kerja

Mengenai akibat yang bisa diakibatkan dari kecelakaan kerja yaitu :

 

1. Bagi Karyawan berupa

  • Kematian/cacat.
  • Masalah kejiwaan akibat cacat, rusaknya bentuk badan atau kehilangan harta.
  • Rasa sedih/penderitaan keluarga akibat kehilangan satu diantara anggota keluarga.
  • Beban hari esok.

 

2. Bagi Perusahaan

  • Cost penyembuhan dan aktivitas pertolongan.
  • Cost ganti rugi yang perlu dibayar.
  • Gaji yang dibayar sepanjang korban tak bekerja.
  • Cost lembur.
  • Hilangnya keyakinan orang-orang.
  • Penurunan produktivitas korban sesudah bekerja kelak.

 

3. Bagi Orang-orang

  • Menyebabkan korban jiwa/cacat.
  • Rusaknya lingkungan.
  • Rusaknya harta.

 

Sesudah kita tahu sebab dan sistem terjadinya kecelakaan, maka kita bisa memastikan cara penanggulangannya, baik untuk menghapus atau kurangi akibat kecelakaan itu. Pada saat lantas, usaha keselamatan kerja diperuntukkan untuk menangani “Unsafe Act” dan “Unsafe Condition” yang nyatanya hanya adalah tanda-tanda dari ada ketimpangan pada unsur system produksi.

 

Mencegah kecelakaan

Perbaikan pada unsur system produksi ini terkecuali bisa menghindar terjadinya kecelakaan/insiden yang merugikan, dapat juga tingkatkan produktifitas perusahaan.

 

1. Pendekatan Sub System Lingkungan fisik.

Usaha keselamatan kerja yang diarahkan pada lingkungan fisik ini mempunyai tujuan untuk menyingkirkan, mengatur atau kurangi akibatnya karena bahaya-bahaya yang terdapat dalam perlengkapan, beberapa bahan produksi ataupun lingkungan kerja. Menurut ASSE dalam “Thje Dictionary of term used in the safety professional”, bahaya yaitu satu kondisi atau pergantian lingkungan yang memiliki kandungan potensi untuk mengakibatkan cedera, penyakit, rusaknya harta benda, bahaya ini bisa berupa bahaya mekanik, fisik, kimia, dan listrik. Usaha Mencegah Kecelakaan lewat :

a. Perancangan mesin atau perlengkapan dengan memerhatikan beberapa sisi keselamatannya.

b. Perancangan perlengkapan atau lingkungan kerja yang sesuai sama batas kekuatan pekerja, supaya terwujud “The Right Design for Human” hingga bisa dijauhi kemelut jiwa, tubuh ataupun penyakit kerja pada manusia.

c. Pembelian yang didasarkan mutu dan prasyarat keselamatan kerja.

d. Pengelolaan (pengangkutan, pengaturan, penyimpanan) beberapa bahan produksi dengan mempertimbangkan standard keselamatan yang berlaku.

e. Pembuangan bahan limbah/ballast/air got dengan memper-hitungkan peluang bahaya-nya, baik pada orang-orang ataupun lingkungan sekitarnya.

 

2. Pendekatan Sub System Manusia.

Tinjauan pada unsur manusia ini bisa berdiri dengan sendiri, namun mesti dihubungkan dengan interaksinya berbarengan unsur lingkungan fisik dan system manajemen. Dari pojok manusia dengan cara pribadi, kita mesti mengupayakan supaya bisa diraihnya peletakan kerja yang benar (the right man in the right job) dibarengi situasi kerja yang baik. Oleh karenanya usaha mencegah kecelakaan dilihat dari pojok unsur manusia mencakup diantaranya :

a. Dari Sisi Kemampuan

Dari sisi kekuatan, bisa dikerjakan program penentuan peletakan dan perpindahan pegawai yang baik, diluar itu butuh dikerjakan pendidikan yang terpadu bagi semuanya karyawan sesuai sama keperluan jabatan yang ada. Karyawan/ABK yang dengan cara fisik dapat melakukan pekerjaannya dengan baik, butuh dikerjakan :

  • Uji kesehatan pra kerja
  • Uji kesehatan tahuanan dengan cara berkala
  • Peletakan kerja yang baik
  • Uji kesehatan untuk perpindahan pegawai penilaian terbatasnya fisik dari pekerja, dll

Sedang untuk peroleh karyawan/ABK yang pas dari sisi pengetahuannya, ketrampilan dan sikap kerja sesuai sama kompetensi butuh dikerjakan pembinaan, baik bagi pekerja/ABK baru, ataupun pekerja yang lain.

 

1. Dari Sisi Kemauan

Dari sisi tekad, butuh dikerjakan program yang dapat/ingin, memberi motivasi pada beberapa pekerja supaya bersedia bekerja dengan cara aman. Aspek-faktor yang memengaruhi tekad karyawan dalam bagian keselamatan kerja diantaranya :

a. Contoh yang didapatkan dari pengawas, pimpinan madya ataupun petinggi teras perusahaan.

b. Komunikasi, berbentuk safety kontak, safety indoctrination, propaganda &publikasi kesela-matan dan sebagainya.

c. Partisipasi karyawan, seperti : safety talks, safety meeting safety observer program dan sebagainya.

d. Enforcement, lewat aplikasi ketentuan keselamatan kerja dan saksi-saksinya.

e. Hadiah (Reward) berbentuk “Safe Behavior Reinforcement “ ataupun “Award Program”

f. Dari sisi kondisi mental, seperti : geram, kemelut kerja (stress), kekurangan mental, bioritmik, dan lain-lain. Bisa diatasi lewat rencana alat dan kepengawasan yang baik, hingga terwujud situasi kerja yang aman dan nyaman.

 

3. Pendekatan Sub System Manajemen.

Manajemen adalah unsur penting dalam usaha penanggulangan kecelakaan, karena manajemenlah yang memastikan penyusunan unsur produksi yang lain. Dalam hubungannya dengan manajemen ini, butuh digaris bawahi kalau keselamatan kerja yang baik mesti terpadu dalam aktivitas perusahaan. Ini bisa terwujud jika keselamatan kerja digabungkan dalam prosedur yang ada pada perusahaan Terkecuali usaha untuk menggabungkan keselamatan kerja dalam system prosedur kerja perusahaan, masihlah dibutuhkan usaha-usaha lain untuk menggabungkan keselamatan kerja dalam aktivitas operasi perusahaan. Biasanya usaha-usaha ini dirumuskan dalam satu program keselamatan kerja yang komponen-komponennya diantaranya :

a. Kebijakan keselamatan kerja (Safety Policy) dan partisipasi manajemen (Manajemen Participation).

b. Pembagian tanggung jawab dan pertanggungjawaban (Accountability) dalam bagian keselamatan kerja.

c. Panitia keselamatan kerja (Safety Commitee).

d. Ketentuan standard dan prosedur keselamatan kerja.

e. System untuk memastikan bahaya, baik yang mungkin lewat inspeksi, analisis kegagalan (Fault Tree Analysis). Analisis keselmatan (Job Safety Observation).

 

Incident Recall Techniques ataupun yang sudah berlangsung lewat penyelidikan kecelakaan (Accident Investigation) :

a. Mencegah dengan cara tehnik lewat : pengawasan tehnik, perlindungan mesin, alatalat keselamatan, perlindungan perseorangan (Personal Protective Equipment), program medis, ingindalian lingkungan dan tata rumah tangga.

b. Prosedur penentuan, peletakan dan perpindahan pegawai dan program pembinaan. Program motivasi yang mencakup : indoktrinasi keselamatan kerja, pertemuan keselamatan kerja dan sebagainya.

c. Enforcement dan Supervission.

d. Emergency Action Rencana (Gagasan Aksi Darurat).

e. Program Ingindalian Kebakaran.

f. Ingindalian Tuntutan dan Cost Ganti Rugi.

g. Penilaian efektifitas program keselamatan kerja, lewat Catatan dan Analisis kecelakaan, Pelaporan Kecelakaan Audit Keselamatan, perhitungan cost dan operasi produksi. 

Write a comment

Comments: 0