Digital Marketing, Seberapa Besar Peranmu?

 Karena cemas dikira ketinggal, perusahaan-perusahaan di Indonesia mulai gencar memakai beragam digital tool, dari mulai Facebook, Twitter, situs (blog), YouTube, situs, dan tool-tool yang lain. Sekurang-kurangnya, dengan langkah ini, mereka terasa turut masuk dalam dunia digital. Yang agak janggal yaitu perusahaan-perusahaan ini banyak membuat awareness dari digital tool-nya lewat media konvensional.

 

Image result for digital marketing

 

Saksikan saja iklan di media tv, bikin, atau media luar ruangan yang banyak mencantumkan beragam akun social media. Terlebih untuk beberapa produk makanan/minuman dan beragam product perawatan pribadi, saya saksikan, telah sekitaran 50% dari iklan TV komersialnya telah mencantumkan akun Facebook atau Twitter mereka. Ini memanglah logika yang terbalik. Konsep Digital marketing (DM) semestinya mempunyai mindset yang tidak sama. Ini yaitu media horizontal ; semestinya customer atau user yang lakukan pengisian content. Namun, perusahaan malah masihlah memakai pola push dimana yang memiliki merk masihlah mempunyai kepercayaan untuk dapat mengontrol digital media.

 

Fenomena seperti ini memanglah alami berlangsung. Dapat dibuktikan juga berlangsung di banyak negara ketika digital marketing masihlah baru masuk step awal. Media konvensional masihlah mempunyai kemampuan besar. Di saat yang berbarengan, perusahaan masihlah beberapa sangsi akan kemampuan media digital. Maklum, belum ada bukti kalau satu merk jadi besar dan kuat karena kemampuan digital marketing atau digital media pada terutama.

 

Apakah benar sekian? Berikut pertanyaan besar yang kerap saya fikirkan untuk memperoleh jawabannya! Satu pertanyaan yang selalu dilontarkan banyaknya yang memiliki merk di Indonesia. Saya pribadi, sepanjang tiga th. paling akhir ini, telah memperoleh pertanyaan simpel ini beberapa puluh kali atau barangkali mendekati 100 kali. Apakah benar digital marketing telah mempunyai peran besar untuk bangun merk? Adakah contoh merk di Indonesia yang berhasil di bangun dari digital marketing?

 

Social Media Measurement

 

Untuk penuhi rasa menginginkan tahu berikut, saya banyak memohon tim saya di Frontier Consulting Group untuk terus-menerus lakukan pengukuran pada signifikansi dari digital marketing dalam bangun merk kuat di Indonesia. Dengan cara teoritis, dengan 50 juta pemakai internet dan 40 juta pemakai Facebook per akhir September 2011, digital marketing mempunyai potensi yang besar di masa yang akan datang.

 

Frontier Consulting Group dengan memakai basis MediaWave mengukur perbincangan kian lebih 500 merk di social media. Lewat pengukuran ini, kita bisa peroleh kelompok manakah yang paling banyak dibicarakan oleh customer di social media? Lalu, untuk tiap-tiap merk, diukur juga apakah sentimen itu berbentuk positif, netral, atau negative? Lantas, lewat data-data ini, dibuatlah satu rumus untuk mengukur indeks sentimen.

 

Merek-merek yang banyak dibicarakan dalam social media akan mempunyai indeks yang lebih tinggi. Demikian pula beberapa merk yang banyak dibicarakan segi positifnya, akan memperoleh indeks yang lebih tinggi juga. Jadi, begitu penting buat merk yang menginginkan mempunyai digital brand index yang tinggi untuk selalu membuat intensitas pembicaraan yang tinggi didunia digital dan sekalian pembicaraan yang positif. Makin banyak positifnya, makin tinggi juga peluang terjadinya viral dan pada akhirnya jadi kemampuan dalam bangun merk dan tingkat penjualan.

 

Satu diantara hasil survey yang menarik yaitu banyak pembicaraan yang berlangsung dalam kelompok product atau industri. Dalam kelompok industri yang jumlah percakapannya begitu tinggi memberi tanda-tanda kalau digital marketing akan memerankan yang begitu penting. Digital marketing, apabila satu saat telah waktunya, akan memastikan kemampuan dan kekurangan satu merk dan pada akhirnya akan memastikan market share dari industri itu.

 

Industri otomotif, telekomunikasi, elektronik, fashion, restoran, dan kecantikan yaitu contoh kelompok product yang ramai dibicarakan dalam social media. Dari hasil-hasil pengukuran ini, sekurang-kurangnya perusahaan lalu bisa peroleh deskripsi tentang potensi pada dampak digital marketing dalam bangun merk. Anda dapat membaca hasil-hasil pengukuran dan beragam tulisan lain di edisi majalah MARKETING ini untuk tahu lebih mendalam mengenai metodologi dan hasil pengukuran.

 

Hasil-hasil pengukuran seperti ini, apabila lalu dikerjakan dengan cara kontinu, saya meyakini, CMO, marketing atau brand manager, akan cepat tahu seberapa besar peran dari digital marketing dalam bangun mereknya. Bila satu industri mempunyai keseluruhan pembicaraan sebesar 2 x lipat dari industri lain, dapat disangka apabila industri itu semakin dapat memercayakan digital marketing sebagai tool untuk bangun brand awareness dan brand image.

 

Hasil-hasil pengukuran dari pembicaraan yang dikerjakan oleh Frontier Consulting Group dengan basis MediaWave ini dapat juga memberi info tentang digital atau social media tool yang bakalan efisien untuk bangun merk itu. Sebagai contoh, satu merk mempunyai keseluruhan pembicaraan sejumlah 10, 000 sepanjang tiga bln. paling akhir. Lalu, sesudah dianalisis selanjutnya, nyatanya sejumlah 5% dari Twitter, 10% dari Facebook, 60% dari situs (blog), dan bekasnya dari website berita dan website komune. Ini tunjukkan kalau situs (blog), website berita, dan website komune jadi sumber pembicaraan yang penting. Yang memiliki merk lalu juga butuh untuk memberi prioritas digital tool yang memanglah punya potensi jadi sumber pembicaraan dari merk yang dikelola.

 

Yang memiliki merk juga butuh lihat sumber pembicaraan dari merk kompetitor. Apabila lalu memerlihatkan pola yang sama, ini artinya pembicaraan atau content untuk industri itu memanglah banyak berlangsung di tool-tool itu.

 

Hasil-hasil pengukuran yang dihidangkan dalam majalah MARKETING edisi ini pastinya masihlah membutuhkan beragam penyempurnaan. Sampai sekarang ini, rasa-rasanya belum ada satu pengukuran yang dikira prima. MediaWave yaitu basis pertama yang dapat mengukur pembicaraan dalam bhs Indonesia.

 

Demikian juga, rumusan untuk membuahkan indeks dalam pengukuran ini pastinya akan jadi bahan diskusi yang menarik. Saya pribadi, berbarengan dengan tim, membutuhkan saat kian lebih dua bln. untuk mencari formula yang pas. Kepercayaan saya dan tim dari majalah MARKETING kalau pengukuran ini pastinya memberi faedah yang pada akhirnya mendorong reaksi MARKETING untuk memublikasikan hasil-hasil pengukuran ini.

 

Awareness dan ketertarikan pada digital marketing yang rendah di kelompok CEO dan CMO Indonesia, dapat makin ditingkatkan. Diluar itu, di masa yang akan datang, pertanyaan besar seperti seberapa peran digital marketing dalam membuat merk yang kuat di Indonesia, akan makin terjawab. Dengan tegas, satu saat, CMO dapat menyampaikan kalau DM telah mempunyai peran sebesar demikian % dalam bangun merk kita! 

Write a comment

Comments: 0